Alat Gratis

Jadwal Imunisasi Anak — tanggal dan rentangnya, bukan tebakan

Bukan tabel usia yang harus kamu hitung sendiri. Masukkan tanggal lahir anak, dan dapatkan tanggal beserta rentangnya — dihitung langsung dari tanggal lahir, sampai usia 18 tahun, lengkap dengan mana yang gratis lewat program pemerintah.

Dihitung langsung di perangkat kamu. Tanggal lahir anak tidak dikirim ke server, tidak disimpan, dan tidak kami catat.

Yang perlu diketahui

  • Jadwal ini mengikuti rekomendasi IDAI 2024, terbit 5 Februari 2025.
  • Terakhir ditinjau tim kami pada 14 Agustus 2026.
  • Sumber lengkap: Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2024 (PDF), Halaman rekomendasi IDAI, WHO — Recommended Routine Immunizations for Children (Table 2).
  • Jadwal sebenarnya bisa berbeda menurut kondisi anak, riwayat imunisasi, dan ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan.
  • Vaksin yang masuk program nasional gratis di Posyandu dan Puskesmas, tapi ketersediaannya bisa berbeda — tanyakan dulu ke faskes terdekat sebelum datang.
  • Halaman ini alat bantu, bukan pengganti nasihat dokter. Konsultasikan jadwal anak ke dokter atau bidan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah alat cek jadwal imunisasi ini gratis?

Gratis dan tidak perlu mendaftar. Cukup masukkan tanggal lahir anak, jadwalnya langsung muncul.

Apakah tanggal lahir anak saya disimpan?

Tidak. Seluruh perhitungan berjalan di perangkat Anda. Tanggal lahir anak tidak dikirim ke server, tidak disimpan, dan tidak dicatat dalam analytics.

Vaksin apa saja yang gratis di Puskesmas?

Vaksin program imunisasi nasional gratis di Posyandu dan Puskesmas: Hepatitis B, BCG, Polio tetes, Vaksin 5-in-1 (DPT-HB-Hib), Vaksin pneumokokus (PCV), Vaksin rotavirus, Polio suntik, Campak & rubela (MR/MMR), Penguat difteri & tetanus, dan HPV. Catatan: status pembiayaan HPV berbeda per dosis — sebagian nasional (gratis), sebagian mandiri (berbayar); lihat penjelasan lengkap di bawah. Di luar program pemerintah, biaya ditanggung sendiri. Contohnya: Vaksin flu, Cacar air (varisela), Hepatitis A, dan Tifoid (tifus). Untuk Radang otak Jepang (JE), Demam berdarah (dengue), dan HPV, Ketersediaan dan pembiayaannya berbeda antar daerah.

Kenapa sebagian vaksin harus dibayar sendiri?

Program imunisasi rutin nasional menanggung 14 antigen dan diberikan gratis di Posyandu dan Puskesmas. Vaksin lain tetap direkomendasikan IDAI, tapi belum masuk program itu, jadi biayanya ditanggung sendiri — bukan karena kurang penting.

Jadwal HPV di sini beda dari yang dipakai sekolah anak saya, mana yang benar?

Jadwal IDAI menganjurkan 2 dosis, tapi sejak SE BIAS 2025 program nasional hanya menanggung 1 dosis — jadi dosis kedua ini di luar program dan biayanya ditanggung sendiri. WHO menyatakan 1-2 dosis dan mendukung pilihan dosis tunggal. Ada baiknya tanyakan ke dokter atau Puskesmas apakah anak masih memerlukan dosis kedua.

Bagaimana kalau jadwal imunisasi anak sudah terlewat?

Terlambat bukan berarti hangus. Imunisasi yang terlewat umumnya masih bisa dikejar dengan jadwal susulan. Konsultasikan ke dokter anak, bidan, atau Puskesmas terdekat untuk menyusun jadwal pengejaran yang sesuai.

Jadwal ini mengikuti rekomendasi siapa?

Jadwal usia mengikuti rekomendasi IDAI 2024 (terbit 5 Februari 2025) untuk usia 0-18 tahun, dengan usia dan interval minimumnya divalidasi terhadap Pedoman WHO. Dokumen aslinya: https://www.idai.or.id/wp-content/uploads/2024/06/jadwal-imunisasi-2024-090924-f2.pdf. Jadwal sebenarnya bisa berbeda menurut kondisi anak, riwayat imunisasi, dan ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan — daftar sumber lengkap ada di bagian "Sumber rekomendasi" di bawah.

Sumber rekomendasi

Usia dan jenis vaksin mengikuti IDAI 2024 (terbit 5 Februari 2025), divalidasi terhadap usia minimum Pedoman WHO. Label pembiayaan mengikuti program imunisasi nasional Kemenkes, termasuk perubahan dosis HPV lewat SE Pelaksanaan BIAS 2025 (No. IM.01.01/C/2384/2025, 9 Juli 2025).