Selama bertahun-tahun, kalimat yang didengar ayah di ruang tunggu hampir sama: urusan bayi adalah urusan ibu. Antrean posyandu, jadwal imunisasi, dan pertanyaan "sudah naik berat badannya?" lebih sering dijawab Bunda sendirian.
Kementerian Kesehatan menggeser kalimat itu. Lewat Gerakan Keayahan, ayah diajak masuk ke 1000 hari pertama kehidupan, periode yang IDAI sebut paling menentukan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Tulisan ini merangkum apa yang dikatakan IDAI tentang pemantauan di periode itu, apa yang diwartakan dari Kemenkes tentang peran ayah, dan pekerjaan rumah yang bisa dimulai minggu ini.
1000 Hari yang Dihitung Sejak dalam Kandungan
IDAI mendefinisikan 1000 hari pertama kehidupan sebagai rentang sejak pembuahan sampai anak berusia dua tahun. Dua gambaran dipakai untuk menunjukkan kecepatannya. Pada usia dua tahun, tinggi badan anak sudah mencapai setengah tinggi orang dewasa. Perkembangan otaknya sudah mencapai 80 persen otak dewasa.
IDAI membedakan dua kata yang sering ditukar. Tumbuh adalah bertambahnya ukuran: berat dan tinggi. Kembang adalah bertambahnya kemampuan, misalnya dari berguling menjadi duduk, berdiri, lalu berjalan. Kemampuan yang sesuai umur disebut tonggak perkembangan.
Periode di bawah dua tahun disebut periode kritis. IDAI menuliskan ini juga waktu yang tepat untuk pemulihan bila ada gangguan perkembangan, karena otak masih sangat mudah dibentuk. Setelah jendela itu menyempit, perbaikan tetap mungkin, tetapi lebih berat.
Karena itu IDAI menganjurkan orang tua memantau tumbuh kembang, terutama sebelum usia dua tahun, untuk menemukan lebih awal:
- Penyimpangan pertumbuhan, misalnya gizi kurang atau anak pendek
- Penyimpangan perkembangan, misalnya terlambat bicara
- Penyimpangan emosi dan perilaku, misalnya gangguan konsentrasi dan hiperaktif
Daftar praktis untuk periode yang sama ada di checklist 1000 HPK. Cara membaca garis pendek di kurva ada di panduan deteksi dini stunting.
IDAI menganjurkan semua anak 0 sampai 6 tahun dipantau di puskesmas. Bayi dengan risiko tinggi, misalnya lahir kurang bulan, berat lahir rendah, infeksi, gula darah rendah, sesak, atau kejang, dipantau dokter anak di rumah sakit. Hasil normal sekali tidak mengakhiri pemantauan, karena gangguan bisa muncul kemudian.
- Mengangkat kepala saat tengkurap
- Mengikuti objek dengan mata
- Merespon suara
- Tersenyum responsif
- Berguling dari telentang ke tengkurap
- Meraih dan menggenggam mainan
- Mengoceh (babbling)
- Tertawa keras
- Duduk tanpa bantuan
- Merangkak
- Memindahkan benda antar tangan
- Babbling (mama/dada tanpa arti)
- Berdiri dengan pegangan
- Berjalan dengan dituntun
- Mengucap 1-2 kata bermakna
- Melambaikan tangan
- Berjalan sendiri
- Memegang sendok
- Menunjuk bagian tubuh
- Menyusun 2-3 kata
- Berlari
- Naik tangga dengan bantuan
- Menyusun 4-6 kata
- Menendang bola
Ingin track semua milestone si kecil secara otomatis?
Track semua milestone di Tumbuhku →Gerakan Keayahan: dari Suami Siaga Menjadi Ayah Siaga
ANTARA, pada Minggu 30 Agustus 2026, mewartakan keterangan Kementerian Kesehatan. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan empat intervensi kunci dalam program 1000 HPK untuk menekan stunting serta menurunkan kematian ibu dan bayi:
- Sebelum kehamilan
- Masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir
- Periode baduta, yaitu anak di bawah dua tahun
- Penguatan layanan kesehatan
Pada keterangan yang sama ia mengatakan program ini tidak akan sukses tanpa dukungan keluarga yang solid, lalu menggagas Fatherhood Movement, atau Gerakan Keayahan, sebagai pendukung utama 1000 HPK. Kutipan yang dimuat ANTARA:
"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak. Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat."
Fokus yang disebutkan pemberitaan itu tiga hal: mencegah stunting, menurunkan kematian ibu dan bayi, serta tumbuh kembang yang optimal. Keberhasilannya disiapkan sejak remaja, calon pengantin, dan pasangan usia subur. Kemenkes, masih menurut ANTARA, menilai pemenuhan kesehatan dan gizi anak bukan lagi hanya urusan ibu.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, dalam berita yang sama, menambahkan bahwa kualitas pendidikan dan kesehatan bergantung pada fondasi keluarga. Ia menekankan waktu berkualitas antara bapak, ibu, dan anak, serta kebiasaan makan masakan rumah sebagai fondasi hidup sehat.
Ayah mengantar ibu dan bayi ke meja posyandu, semuanya berpakaian lengkap
Pekerjaan yang Bisa Dibagi di Rumah
IDAI tidak menulis "tugas ayah" sebagai daftar terpisah. Yang ditulis adalah kebutuhan dasar anak: asuh, asih, dan asah. Gerakan Keayahan masuk akal justru karena ketiganya terlalu berat bila ditumpuk pada satu orang.
Asuh, kebutuhan fisik. ASI, makanan yang sesuai usia, imunisasi lengkap, pengobatan saat sakit, rumah yang layak, kebersihan, serta waktu bermain. Ayah tidak menyusui, tetapi bisa menjaga agar ibu sempat menyusu: mengambil alih pekerjaan rumah pada jam-jam rawan, menolak saran air putih untuk bayi di bawah enam bulan, dan memastikan MPASI serta imunisasi tidak terlewat. Dasar ASI-nya ada di artikel ASI eksklusif.
Asih, kebutuhan emosi. Bayi yang digendong ayah, diajak bicara, dan ditenangkan saat rewel mendapat kasih sayang dari dua orang, bukan satu. Waktu berkualitas yang disebut Veronica Tan tidak harus liburan. Sepuluh menit tanpa ponsel, setiap hari, sudah merupakan asih.
Asah, stimulasi. IDAI menyebut ini cikal bakal belajar. Membacakan buku, mengajak tengkurap, menyanyi, dan membiarkan bayi meraih mainan adalah asah. Tonggak yang dipantau per usia ada di panduan milestone.
Jadwal pemantauan yang dianjurkan IDAI, merujuk pedoman stimulasi dan deteksi dini Kemenkes:
| Usia | Seberapa sering |
|---|---|
| Bayi | Setiap bulan |
| 12–24 bulan | Setiap 3 bulan |
| 24–72 bulan | Setiap 6 bulan |
Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom.
Di setiap kunjungan, berat, panjang atau tinggi, dan lingkar kepala diukur lalu diplot ke kurva di buku kesehatan. Perkembangan bisa lewat pengamatan petugas dan lembar pertanyaan yang dijawab orang tua, termasuk lewat buku KIA. Ayah yang hadir bisa menjawab separuh dari pertanyaan itu, karena ia melihat si kecil di sore dan malam hari.
Pilih satu tugas yang namanya tertulis di buku KIA dan pegang tugas itu. Misalnya ayah yang menuliskan hasil timbangan setiap bulan, atau ayah yang menyiapkan jadwal imunisasi. Tugas yang terlihat di kertas lebih mudah dipertahankan daripada niat umum untuk "lebih terlibat".
Empat Momen yang Tidak Perlu Menunggu Sempurna
Gerakan ini mudah terasa besar. Di rumah, ia pecah menjadi momen yang sudah ada di kalender keluarga.
- Sebelum dan selama hamil. Temani pemeriksaan, catat pertanyaan untuk bidan atau dokter, dan urus makanan ibu. Empat intervensi Kemenkes dimulai di sini, bukan di hari lahir.
- Hari-hari menyusui. Lindungi istirahat ibu. IDAI, pada tulisan lain tentang menyusui, mengingatkan ibu yang kelelahan dapat mengalami penurunan produksi ASI. Ayah yang mengambil gilir malam untuk menenangkan bayi, lalu mengembalikan bayi untuk menyusu, ikut menjaga asupan.
- Hari posyandu atau puskesmas. Hadir, bukan hanya mengantar sampai pintu. Dengarkan angka berat dan panjang, lalu bawa pulang artinya.
- Main setiap hari. Stimulasi tidak menunggu alat mahal. Suara ayah, lantai yang aman, dan buku yang dibacakan sudah merupakan asah.
Keterlibatan ayah tidak menggantikan pemeriksaan kesehatan. Bayi yang lemas, tidak mau menyusu, sesak, kejang, atau demam pada usia yang sangat muda tetap perlu fasilitas kesehatan hari itu juga. Ayah Siaga termasuk ayah yang berangkat, bukan ayah yang menenangkan dengan "besok saja".
Ayah dan bayi berpakaian lengkap bermain di lantai dengan balok kayu
Bagi Peran 1000 HPK di Tumbuhku
Yang biasanya putus bukan niat ayah, melainkan catatan yang hanya ada di ponsel Bunda. Saat ayah tidak melihat kurva dan jadwal, ia sulit tahu minggu mana yang tertinggal.
Tumbuhku membuat catatan itu bisa dipegang berdua:
- Checklist milestone menandai kemampuan yang sudah muncul, supaya asah tidak mengandalkan ingatan.
- Growth Tracker menyimpan berat, panjang, dan posisi di kurva WHO setelah kunjungan posyandu.
- Jadwal Vaksinasi Otomatis membantu ayah yang memegang tanggal imunisasi, bukan hanya ibu yang mengingatnya.
Masukkan tanggal lahir untuk tahu milestone yang harus dicapai dan tips stimulasi
Dapatkan panduan stimulasi lengkap yang disesuaikan dengan usia si kecil di Tumbuhku.
Pantau perkembangan si kecil di Tumbuhku →Gerakan Keayahan hidup di rumah. Aplikasi hanya menahan bagian yang mudah hilang: angka, tanggal, dan tonggak.


